Merek Mobil China Bertambah, Penjualan Nasional  masih Dipimpin Jepang

Foto: BYD

DETIKPasar otomotif Indonesia mencatat peningkatan jumlah merek mobil asal China yang beroperasi secara resmi. Hingga akhir 2025, terdapat 16 merek China yang memasarkan produknya di Indonesia. Jumlah ini melampaui merek Jepang yang tercatat sebanyak 12 merek. Kondisi tersebut menunjukkan perubahan struktur penawaran di pasar kendaraan nasional.

Merek mobil China yang beredar meliputi BYD (Build Your Dreams), Chery, Wuling, Denza, AION, Geely, Jaecoo, GWM (Great Wall Motor), FAW (First Automobile Works), DFSK (Dongfeng Sokon), Jetour, BAIC (Beijing Automotive Industry Corporation), Xpeng, Neta, Maxus, dan Seres. Sebagian merek tersebut merupakan pemain baru dengan fokus kendaraan listrik. Beberapa lainnya telah lama hadir melalui kerja sama perakitan lokal. Kehadiran ini memperluas pilihan konsumen di berbagai segmen harga.

Meski unggul  dalam jumlah merek,  penjualan mobil China masih tertinggal dari merek Jepang. Sepanjang Januari hingga November 2025, tujuh dari sepuluh merek terlaris nasional berasal dari Jepang. Toyota memimpin dengan penjualan 233.665 unit  (31,6 persen). Daihatsu, Honda, Mitsubishi Motors, dan Suzuki menyusul di posisi berikutnya dengan capaian penjualan yang signifikan.

BYD menjadi satu-satunya merek China yang masuk sepuluh besar penjualan nasional. Sepanjang 2025, BYD mencatatkan penjualan 39.289 unit  (5,3 persen). Capaian ini tergolong menonjol karena BYD berfokus pada kendaraan listrik, berbeda dengan merek lain yang masih mengandalkan mesin konvensional (internal combustion engine, ICE). Posisi tersebut menandai penerimaan pasar terhadap teknologi kendaraan listrik.

Merek China lain menunjukkan performa penjualan yang lebih terbatas. Chery berada di peringkat ke-11 dengan penjualan 18.071 unit, disusul Wuling dengan 17.506 unit atau pangsa pasar 2,4 persen. Merek China lainnya mencatatkan penjualan di bawah 10 ribu unit secara retail. Data ini menunjukkan bahwa penetrasi merek China masih memerlukan penguatan distribusi dan kepercayaan pasar. (*)