GAIKINDO— Produsen truk UD Trucks dari Grup Astra menjalin kerjasama strategis dengan PT Pertamina Patra Niaga. Kerjasama ini untuk mendukung penguatan sistem logistik energi nasional. Penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding, MoU) berlangsung di Jakarta pada Selasa 27 Januari 2026. Kerjasama ini fokus untuk meningkatkan keandalan armada truk distribusi bahan bakar dan energi ke berbagai wilayah di Indonesia.
Chief Executive Astra UD Trucks Bambang Widjanarko mengatakan, kemitraan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan menyediakan solusi transportasi niaga bagi sektor-sektor strategis. “Dengan dukungan purnajual terintegrasi, teknisi yang tersertifikasi, serta pemanfaatan data operasional, Astra UD Trucks berkomitmen untuk memastikan armada pelanggan selalu siap beroperasi dengan aman dan optimal,” kata Bambang.
Sebagai distributor produk energi nasional, Pertamina Patra Niaga mengandalkan armada truk dalam menjaga kelancaran pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan energi. Dalam kerjasama ini, Astra UD Trucks menyediakan dukungan teknis. Itu mencakup perawatan armada terstandarisasi, pemantauan berbasis data, serta penguatan aspek keselamatan pengemudi dan kendaraan.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kemitraan tersebut adalah peran Pertamina Patra Niaga dalam menetapkan kebijakan serta standar perawatan armada secara terpusat. Pendekatan ini ditujukan untuk memastikan konsistensi pengelolaan armada di seluruh afiliasi, konsorsium, dan anak usaha di bawah Pertamina Patra Niaga.
Saat ini, armada kendaraan niaga pendukung distribusi energi Pertamina Patra Niaga telah beroperasi di sejumlah wilayah utama. Itu mulai dari Pulau Jawa dan Sumatra hingga kawasan Indonesia Timur. Ke depan, kebutuhan armada diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya permintaan energi nasional. Di tengah tantangan logistik yang semakin kompleks dan pertumbuhan kebutuhan energi, kolaborasi antara pelaku industri otomotif dan sektor energi dinilai menjadi salah satu faktor pendukung dalam menjaga efektivitas distribusi nasional. (*)









