JAKARTA— Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mengungkapkan sejumlah tantangan pasar otomotif 2026. Sekretaris Jenderal (Sekjen) GAIKINDO Kukuh Kumara mengatakan, pelaku industri otomotif kini tertekan oleh turunnya daya beli masyarakat. Perlu ada konsistensi kebijakan dari pemerintah untuk mendongkrak daya beli masyarakat terhadap kendaraan roda empat.
“Tantangannya adalah kepastian kebijakan. Industri mobil memerlukan kebijakan yang konsisten dan sifatnya jangka panjang,” kata Kukuh, Kamis 22 Januari 2026.
Faktor krusial lainnya adalah tren kenaikan harga kendaraan tiap tahun, yang tak diimbangi dengan pertumbuhan pendapatan rata-rata masyarakat. Kondisi tersebut memicu kesenjangan yang cukup lebar antara daya beli konsumen dan harga kendaraan.
“Daya beli juga perlu didorong, karena harga mobil naiknya 7,5 persen, tapi potensi pembelinya naiknya cuma tiga persen. Jadi makin lama gap-nya kian lebar,” katanya.
Perbaikan kinerja industri otomotif juga bergantung pada akselerasi pertumbuhan ekonomi. Selama laju ekonomi masih berada di kisaran lima persen seperti tahun 2025 lalu, maka kondisinya cenderung stagnan. Kinerja produk domestik bruto (PDB) nasional berfluktuasi signifikan sepanjang tahun 2025 lalu. Pada kuartal pertama 2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 4,87 persen, kemudian meningkat menjadi 5,12 persen pada kuartal kedua 2025. Namun laju pertumbuhan kembali melandai ke level 5,04 persen pada kuartal 2025.
“Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat meningkat ke level enam persen pada 2026. Jika target tersebut tercapai, itu akan mulai mendorong pemulihan permintaan sekaligus meningkatkan aktivitas produksi kendaraan,” kata Kukuh.
Data GAIKINDO menunjukkan, penjualan mobil whole sales pada periode Januari-Desember 2025 mencapai 803.687 unit. Angka ini turun 7,2 persen secara tahunan (year-on-year, YoY) dibanding periode yang sama pada 2024 sebesar 865.723 unit. Sementara itu, penjualan retail (dari dealer ke konsumen) sebanyak 833.692 unit, turun 6,3 persen dibanding periode tahun 2024 sebesar 889.680 unit.
GAIKINDO masih optimistis terhadap prospek pemulihan pasar otomotif nasional pada 2026 tahun ini. Opti,isme tersebut didorong oleh mulai berjalannya produksi kendaraan listrik secara lokal oleh sejumlah pabrikan, termasuk BYD, Vinfast, dan Geely, sesuai dengan ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). (BISNIS)









