JAKARTA— Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menegaskan pentingnya Masyarakat menggunakan mobil yang diproduksi di Indonesia. Tujuannya, memperkuat industri otomotif nasional. Fokus utama saat ini adalah penggunaan mobil niaga (mobil komersial) dan mobil Listrik— keduanya sudah dapat diproduksi (dirakit) di Indonesia.
Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) GAIKINDO Kukuh Kumara, Indonesia sudah sanggup memproduksi berbagai jenis mobil, termasuk kendaraan listrik, dengan kualitas yang kompetitif. “Mobil listrik juga bisa dirakit di sini, begitu pula kendaraan komersial. Produksi tur kami sudah siap,” kata Kukuh di Jakarta, Jumat 30 Januari 2026.
Dorongan terhadap publik untuk menggunaan produk Indonesia ini tak hanya terbatas pada mobuil berteknologi konvensional. Dorongan juga mengarah pada pemanfaatan mobil dengan terknologi bahan bakar alternatif seperti biofuel, etanol, dan biodiesel. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan impor serta meningkatkan kemandirian energi nasional.
Untuk mobil niaga, kualitas karoseri truk dan bus buatan dalam negeri sudah sangat baik, sehingga dapat diandalkan oleh industri logistik maupun transportasi. “Kenapa tak kita gunakan produk dalam negeri? Produksi kita sudah mampu dan kualitasnya juga bagus,” katanya.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong substitusi impor kendaraan, terutama di segmen truk dan bus. Selain mengurangi arus devisa keluar, strategi ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok lokal serta membuka lapangan kerja.
Selain fokus pada pasar domestik, GAIKINDO juga terus mendorong ekspor mobil buatan Indonesia, termasuk mobil listrik dan kendaraan komersial. Ini sekaligus menunjukkan bahwa kendaraan rakitan dalam negeri mampu bersaing di pasar global. Sukses industri otomotif lokal tak hanya bergantung pada kapasitas produksi, tapi juga pada dukungan konsumen yang memilih kendaraan dalam negeri. Dorongan penggunaan produk lokal ini menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan industri dan meningkatkan daya saing nasional.
Dengan kapasitas produksi yang sudah mumpuni, GAIKINDO optimistis mobil buatan Indonesia, baik konvensional maupun listrik, bisa makin mendominasi pasar domestik sekaligus menembus pasar ekspor. (KOMPAS)









