Volume Penjualan Mobil Listrik di Indonesia semakin Marak, BYD Raih Kenaikan Tiga kali Lipat sejak 2023

JAKARTA— Penjualan mobil listrik (electric vehicle, EV) di Indonesia melaju. BYD mengungkap data kenaikan pasar mobil listrik di Tanah Air pada awal tahun 2026 ini. Presiden Direktur PT BYD Indonesia Eagle Zhao mengatakan saat ini mobil listrik bukan lagi barang langka atau sekadar hobi kelas atas, melainkan sudah menjadi tren utama.

“Perkembangan mobilitas listrik di Indonesia bukan lagi niche (segmen terbatas), melainkan sudah menjadi bagian dari transformasi industri otomotif arus utama,” ujar Eagle Zhao di Jakarta, Selasa 9 Maret 2026.

Penjualan mobil listrik sudah melampaui angka 25 persen di wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek). Secara nasional, pasar EV menyentuh angka 15 persen. Angka ini naik tujuh kali lipat jika disbanding tahun 2023 lalu. Peningkatan ini tergolong sangat cepat, terjadi hanya dalam tiga tahun.

“Artinya, dari setiap empat kendaraan baru yang terjual, satu unitnya adalah mobil listrik,” kata Zhao.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil EV makin tinggi, rinciannya 2022 (10.327 unit), 2023 (17.051 unit), 2024 (43.188 unit), 2025 (103.931 unit). Bagi BYD, keberhasilan ini tak lepas dari Langkah agresif menghadirkan solusi mobilitas yang tak hanya canggih secara teknologi, tapi juga kompetitif secara harga. Ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang makin masif serta kebijakan pemerintah.

BYD Indonesia terus memainkan peran krusial dalam mempercepat transisi menuju solusi mobilitas yang lebih bersih dan canggih. Dengan lebih dari 10 ribu unit yang terjual selama periode Januari hingga Februari 2026. “Hasil ini makin memperkuat peran BYD sebagai penggerak utama adopsi EV di Indonesia, sekaligus merepresentasikan pertumbuhan tigsa kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu,” kata Zhao. (DETIK)