Berita Road Safety

Alasan Kenapa Produsen tak Menyarankan Modifikasi Mobil Sembarangan

JAKARTA— Dewasa ini masih banyak masyarakat melakukan modifikasi pada mobilnya. Niatnya untuk menambah kenyamanan, performa, serta menegaskan identitasnya. Apalagi, pilihan mobil yang menarik untuk dimodifikasi dan bagian komponen tertentu atau pendukungnya yang berkualitas semakin banyak di pasar.

Tapi tak banyak pemilik yang sadar bahwa sebenarnya prilaku ini tidak direkomendasikan oleh pabrikan otomotif. Sebab, modifikasi bisa saja menggugurkan garansi. Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menjelaskan, terdapat beberapa alasan produsen menyarankan untuk tak melakukan modifikasi maupun penambahan aksesori di mobil.

“Pertama tentu dikhawatirkan pada sektor kelistrikannya. Masyarakat awam belum tentu tahu apakah penambahan aksesori itu melakukan penyuntikan kabel, menambah kabel, dan lainnya,” kata dia kepada Kompas.com belum lama ini.

Tiap memproduksi kendaraan bermotor untuk pasar dalam negeri, produsen mobil sudah punya standar masing-masing, termasuk kabel yang digunakan itu bisa menampung beban seberapa besar. Kalau ada kabel yang kelebihan beban arus listrik, lalu menjadi panas dan meleleh, dampaknya bisa ke mana-mana, mulai dari korsleting hingga menyulut kebakaran. “Hal yang kita hindari itu kalau terjadi kerusakan atau kebakaran yang diakibatkan modifikasi yang dilakukan pihak lain, lalu klaimnya ke pihak produsen mobil,” kata Didi.

Menurut Didi, saat terjadi kebakaran pada mobil biasanya yang dipertanyakan adalah kualitas produksi dari pihak produsennya. Tapi, tentunya pihak produsen juga akan melakukan investigasi terlebih dahulu. Kemudian, kendaraan yang dimodifikasi juga berpotensi untuk tidak bisa memberikan manfaat secara optimal kepada pengemudi maupun penumpang.

Sebagai contoh ialah rem. Bila modifikasi kaki-kaki berlebihan, maka kinerja rem semakin susut (jarak pengereman lebih panjang dari seharusnya) sehingga menimbulkan potensi kecelakaan. (*)