Berita Economy & Industry

Bangkitkan Otomotif, Thailand Menebar Kupon Rp 47 Juta untuk Beli Mobil Baru

JAKARTA— Industri otomotif terdampak pandemi COVID-19. Penjualan mobil pun anjlok. Tak hanya di Indonesia, beberapa negara lain di dunia mengalami hal serupa. Untuk membangkitkan industri otomotif, diperlukan peran pemerintah. 

Peran pemerintah untuk membangkitkan sektor otomotif yang tengah lesu juga diterapkan oleh Thailand. Kementerian Perindustrian Thailand mendorong penjualan mobil domestik dengan menggandeng Kementerian Keuangan.

Diberitakan Bangkok Post, Thailand meluncurkan kupon tukar tambah, masing-masing senilai 100 ribu baht (setara Rp 47 juta). Kupon itu bisa digunakan oleh pemilik mobil perorangan untuk membeli mobil dengan pajak yang telah dikurangi. Para pejabat mengharapkan skema tersebut untuk meningkatkan permintaan mobil yang anjlok selama pandemi COVID-19. Program trade-in ini sekaligus mengurangi emisi dari mobil-mobil tua.

Menteri Perindustrian Thailand, Suriya Jung-rungreangkit, mengatakan skema kupon tukar tambah akan terbuka untuk semua jenis model mobil, termasuk kendaraan listrik (EV). Skema kebijakan ini akan berjalan selama lima tahun. Sebab, Thailand menilai cukup lama untuk memulihkan industri otomotif. “Ini adalah proyek quick-win untuk membantu produsen mobil dan bisnis terkait yang dihancurkan oleh dampak COVID-19,” kata Suriya seperti dikutip Detik.

Sementara di Indonesia, Kemenperin mengajukan relaksasi pajak mobil baru kepada Kementerian Keuangan. Pajak yang diharapkan bisa dibebaskan adalah PPN (pajak pertambahan nilai), PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah), Bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), dan PKB (pajak kendaraan bermotor). Harapannya, dengan pajak nol persen, harga mobil baru lebih murah sehingga bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Dan perkembangannya sampai saat ini maih menggantung. (*)