Berita Economy & Industry

Cara Bos Toyota Menenangkan Industri Otomotif Jepang Bikin Adem

JAKARTA— Sejumlah raksasa industri otomotif Jepang merapatkan barisan guna meredam dampak Virus Corona yang menghantam bisnis mereka saat ini. Pandemi global tersebut telah mengigit keras penjualan dan produksi global. 

Konsolidasi dan lobi-lobi pun dilakukan guna menentukan langkah ke depan. Industri otomotif Jepang pun berkomitmen berpegangan tangan untuk melalui hal ini dengan mulus. 

Ketua Asosiiasi produsen mobil Jepang, Akio Toyoda usai pertemuannya dengan pelaku industri otomotif Jepang menegaskan, pabrikan Jepang akan tetap berporduksi ditengah pandemi ini. Ini salah satunya lantaran respons cepat dan tegas pemerintah Jepang — serta didukung kesiapan dana dalam jumlah besar yang mereka miliki— sehingga mereka berhasil mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit.

“Kami tak menghentikan kegiatan produksi,” kata Toyoda yang juga Presiden Toyota Motor Corporation yang dikutip Viva dari Automotive News, Jumat 20 Maret 2020. 

Toyoda mengakui, produsen Jepang agak mengendorkan kegiatannya merespons penurunan permintaan global saat ini. Nissan misalnya, kini telah menurunkan produksi supensinya di beberapa pabrik. 

Sementara itu, Honda juga memperlambat produksi beberapa model mobil saat ini. Tapi, Toyoda mendesak industri otomotif Jepang untuk tetap tenang dan bekerja sama melalui krisis ini. “Jangan terlalu kecil hati, tapi saling membantu,” katanya. 

Toyoda pun mengungkapkan cara ampuh yang bisa dilakukan produsen Jepang menyikapi krisis akibat pandemi yang tadinya menerjang Kota Wuhan (China), dan kemudian secara cepat menjalar ke seluruh dunia ini. “Pada saat ini, kita harus tersenyum dan melakukan segala yang kita bisa, untuk mengatasi situasi ini. Jadi tersenyum dan tersenyum,” katanya. 

Lebih lanjut Toyoda menilai, masih terlalu dini untuk memprediksikan seberapa buruk dampak dari Corona menghantam industri otomotif. Namun, dia menegaskan, semua pihak harus berfikir positif mengenai hal ini.  “Orang akan berubah negatif jika mereka terus berpikir serius tentang hal-hal yang tidak dapat dikendalikan. Sebab, Faktor terbesar di balik situasi ekonomi saat ini adalah keresahan yang dirasakan oleh orang karena ketidakpastian,” katanya. (Foto: Yeomansbrighton.Toyota.co.uk)