Bahan Bakar & Emisi Berita Economy & Industry

Economic Outlook: Siapkah Industri Otomotif Indonesia Menghadapi Era 4.0

JAKARTA— Perkembangan teknologi di memasuki era revolusi industri 4.0 diprediksi akan memengaruhi kecepatan perkembangan industri otomotif di masa depan termasuk soal kinerja industrinya. Bahkan dalam dua tahun terakhir bermunculan mobil listrik bahkan Pemerintah mulai mengatur kebijakan terkait hal itu.

Melihat hal tersebut, IDX Channel terdorong untuk untuk menyelenggarakan Special Event Economic Outlook yang bertema “Kesiapan Industri Otomotif Menuju Era 4.0” di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu 4 Desember 2019.

Beberapa narasumber hadir dalam acara tersebut. Mereka antara lain Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi Dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Kukuh Kumara, Head of Danareksa Researh Institute Moekti Prasetiani Soejachman, Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia Isao Sekighuci, influencer sekaligus praktisi otomotif Fitra Eri, dan Vice President of Technology Development and Standardization PT Perusahaan Listrik Negara (PLN, Persero).

Saat ini, sjumlah merek mobil buatan Indonesia sudah diekspor ke lebih dari 80 negara di dunia. Dari 80 negara tujuan ekspor tersebut, lima di antaranya merupakan negara tujuan utama ekspor. Mereka adalah Filipina, Saudi Arabia, Jepang, Meksiko, dan Vietnam. Pemerintah menargetkan industri otomotif mampu memproduksi sebanyak 1,5 juta unit kendaraan bermotor pada 2020.

Namun demikian Kemenperin juga memastikan bahwa penerapan Industry 4.0 tak akan menggantikan atau mengurangi peran tenaga kerja manusia. Jutsru langkah tersebut dapat mendorong peningkatan kompetensi mereka untuk memahami penggunaan teknologi terkini di industri.

Sebelum itu, Presiden Jokowi juga telah menandatangani peraturan presiden (Perpres) tentang percepatan pengembangan kendaraan bermotor listrik atau mobil listrik. Dimana, melalui aturan baru tersebut, pemerintah ingin mendorong industri otomotif, dengan membangun industri mobil listrik di Indonesia.

PT PLN Persero juga menyatakan siap mendukung era kendaraan listrik yang diwujudkan dalam menyiapkan infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Terdapat dua skema bisnis SPKLU yang digagas PLN, yaitu company owned company operated (COCO) dan partner owned partner operated (POPO).

Dukungan lain dari PLN yaitu memberikan diskon tambah daya listrik sebesar 75 persen bagi pemilik motor listrik dan diskon 100 persen atau gratis bagi pemilik mobil listrik, agar pemilik kendaraan listrik bisa menggunakan stasiun pengisian ulang tenaga listrik (charging station) di rumah masing-masing rumah tanpa kendala daya listrik. (IDXChannel)