JAKARTA— Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Februari 2026 tumbuh positif di Tengah tantangan global. Ekspor mencapai 22,17 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini naik 1,01 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 lalu sebesar 21,94 miliar dolar AS.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya ekspor sejumlah komoditas unggulan, terutama dari sektor industri pengolahan. “Peningkatan nilai ekspor ini utamanya disebabkan oleh kenaikan pada beberapa komoditas industri pengolahan,” kata Ateng, Rabu 1 April 2026.
Sektor industri pengolahan masih menjadi kontributor utama ekspor nasional dengan nilai mencapai 18,55 miliar dolar AS. Sementara sektor pertambangan dan lainnya menyumbang 2,15 miliar dolar AS, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 390 juta dolar AS.
Dari sisi pertumbuhan tahunan, ekspor industri pengolahan meningkat 5,24 persen dibandingkan Februari 2025. Sebaliknya, sektor pertambangan dan lainnya tutun 18,16 persen. Sedangkan pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 31,45 persen.
Beberapa komoditas yang menopang kinerja ekspor industri pengolahan antara lain nikel, minyak kelapa sawit (crude palm oil, CPO), kendaraan bermotor roda empat atau lebih, kimia dasar organik berbasis hasil pertanian, serta semikonduktor dan komponen elektronik.
Dengan begitu, sektor otomotif menjadi salah satu kontributor penting yang menunjukkan kinerja ekspor signifikan. Hal tersebut sejalan dengan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) yang mencatatkan ekspor mobil secara utuh (completely built up, CBU) pada Februari 2026 mencapai 46.585 unit, meningkat 16,5 persen dibanding Januari 2026.
Secara tahunan, ekspor mobil buatan dalam negeri juga melonjak 26,6 persen dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 36.789 unit. Toyota menjadi eksportir terbesar dengan 16.859 unit, diikuti Daihatsu sebanyak 11.844 unit, dan Mitsubishi Motors dengan 8.710 unit. Merek lain seperti Hyundai, Suzuki, hingga Honda juga turut mencatatkan kontribusi ekspor.
Ekspor dalam bentuk completely knocked down (CKD) juga meningkat. Pada Februari 2026, ekspor CKD tercatat sebanyak 7.898 set unit, naik 30,8 persen dibanding Januari 2026 yang sebesar 6.036 set unit.
Dibanding periode yang sama tahun 2025 lalu, kenaikannya bahkan mencapai 79,6 persen dari 4.398 set unit. Kinerja positif juga tercermin dari ekspor komponen otomotif. Pada Februari 2026, ekspor komponen mencapai 16.597.457 piece, naik 33,6 persen secara bulanan dan melonjak 54 persen year-on-year (yoy). (KOMPAS)









