JAKARTA 05/02/2026— Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) meminta kepastian komitmen jangka panjang terhadap sejumlah merek mobil baru yang memasuki pasar otomotif Tanah Air. Sekretaris Jenderal (Sekjen) GAIKINDO Kukuh Kumara mengatakan, jumlah anggota yang tergabung dalam asosiasi kian bertambah. Itu tampak dengan masuknya merek-merek baru, termasuk mobil listrik (electric vehicle, EV).
“Anggotaan GAIKINDO yang sebelumnya sekitar 30, kini meningkat menjadi 62 perusahaan. Produk kendaraan listrik yang dipamerkan juga makin banyak,” kata Kukuh dalam acara EVolution Indonesia Forum 2026, Selasa 3 Februari 2026.
GAIKINDO mengapresiasi sejumlah agen pemegang merek (APM) pendatang baru yang berkomitmen untuk berinvestasi membangun fasilitas perakitan di Indonesia. Misalnya, produsen EV asal China, BYD akan mengoperasikan pabriknya di Subang (Jawa Barat) pada kuartal pertama 2026. Dengan nilai investasi mencapai Rp11,2 triliun, pabrik BYD tersebut disiapkan untuk kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun.
Selain itu, produsen mobil Vietnam, VinFast, juga berinvestasi lebih dari 300 juta dolar Amerika Serikat (AS) dengan kapasitas produksi awal sekitar 50 ribu unit kendaraan per tahun. Fasilitas manufaktur Vinfast Subang dibangun di atas lahan seluas 171 hektare. VinFast juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan nilai investasi di Indonesia secara bertahap hingga menembus satu miliar dolar AS (Rp16 triliun). Pada fase ini, kapasitas produksi ditargetkan mencapai 350 ribu unit kendaraan per tahun untuk melayani pasar domestik sekaligus membuka peluang ekspor.
Sejumlah merek pendatang baru lainnya di pasar Indonesia dari China, di antaranya yakni Changan, iCar, Lepas, Geely, XPeng, Jaecoo hingga Jetour. Beberapa APM tersebut telah memulai perakitan lokal melalui fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor (HIM).
Kukuh menekankan bahwa para merek pendatang baru tersebut perlu memiliki komitmen serta kemampuan untuk bertahan dalam jangka panjang di pasar otomotif Indonesia. “Industri otomotif adalah industri dengan komitmen jangka panjang, tak bisa hit and run. Jadi harus ada kemampuan untuk bertahan cukup lama dan tumbuh bersama masyarakat Indonesia,” katanya. (BISNIS)









