JAKARTA— Banyak pihak, salah satunya Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), menyuarakan keberatan terhadap rencana impor sekitar 105 ribu unit mobil pikap secara utuh (completely built up, CBU). GIAMM menyorot impor pikap berpeluang merugikan industri komponen dalam negeri.
Mobil-mobil pick-up merek Mahindra dan Tata Motors dari India ini akan digunakan oleh PT Agrinas Palma Nusantara untuk mobilitas di area pedesaan Indonesua.
“Dampaknya cukup besar. Jumlah 105 ribu unit itu sama dengan setengah dari penjualan satu tahun kendaraan komersial di Indonesia,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM, Jumat 20 Februari 2026.
Sebagai gambaran, whole sales pick-up di Indonesia sepanjang 2025 adalah 107.008 unit. Angka ini tak jauh berbeda dari jumlah yang diimpor dari Mahindra dan Tata Motors. Artinya, kata Rachmat, industri komponen kehilangan suplai normal ke setiap merek produsen mobil pick-up.
“Satu agen pemegang merek (APM) biasanya punya supply chain 300 perusahaan dari tier satu sampai tier tiga. Belum lagi industry kecil menengah (IKM) dan industri karoseri yang terlibat,” kata Rachmat.
Langkah impor ribuan unit mobil pikap tersebut juga berpotensi memicu dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi serta serapan tenaga kerja yang erat kaitannya dengan industri komponen. “Paling tidak, order dari dalam negeri. Jangan impor terus,” kata Rachmat.
Sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) ikut buka suara terkait impor pick-up ini. Saat ini, Indonesia sudah punya puluhan perusahaan otomotif yang memproduksi mobil pick-up. Seluruh produsen mobil mampu memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri. “Memang diperlukan waktu memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,” kata Putu Juli Ardika, Ketua Umum GAIKINDO dalam keterangan resmi.
Dari 61 anggota, ada tujuh di antaranya menawarkan deretan pikap berpenggerak 4×2 rakitan lokal. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) seluruhnya mencapai 40 persen ke atas. Tujuh perusahaan produsen pikap itu di antaranya Suzuki, Isuzu, Mitsubishi, Wuling, DFSK, Toyota, dan Daihatsu. (KATADATA)









