Berita

Industri Otomotif Mendukung Pemanfaatan BBG pada Sektor Transportasi

FGD-bogor

BOGOR— GAIKINDO menyatakan mendukung program Pemerintah dalam pelaksanaan dan percepatan penggunaan bahan bakar gas (BBG) untuk transportasi angkutan jalan. Itu dinyatakan oleh GAIKINDO pada focus group discussion (FGD) oleh Dewan Energi Nasional bertema “Pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) di Sektor Transportasi” di Bogor pada 13 Oktober 2015.

Yanuarto Widihandono sebagai narasumber dari GAIKINDO mengemukakan beberapa poin tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan penggunaan BBG di sektor transportasi publik. Pertama adalah masalah ketersediaan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). Walau pada saat ini sudah ada SPBG di Jakarta, jumlahnya masih kurang. Perlu juga ditambah dengan mobile refueling unit (MRU) untuk pengisian bahan bakar gas. Itu mengingat pengguna utama BBG di sektor transportasi publik ini adalah taksi yang setiap harinya menempuh perjalanan sekitar 250 hingga 300 kilometer.

Kedua, mengenai perlunya regulasi mengatur masalah infrastruktur pengisian BBG di kendaraan seperti converter kit, tangki gas, dan bagian lain komponen kendaraan. Idealnya pabrikan mobil memproduksi mobil berbahan bakar gas dengan komponen pengisian BBG baik tangki maupun converter kit-nya sudah terpasang. Perlu pula kesiapan bengkel-bengkel yang tersertifikasi untuk penanganan kendaraan berbahan bakar gas sehingga kualitas dan keamanan lebih terjamin.

Ketiga perlu sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat penggunaan BBG di kendaraan bermotor, baik dari sisi ekonomi maupun keamanannya.

Keempat perlunya regulasi pemberian insentif bagi pengguna kendaraan BBG yang nantinya akan mendorong penggunaan BBG di sektor transportasi.

FGD oleh Dewan Energi Nasional ini menghadirkan beberapa narasumber lain dari sejumlah lembaga. Mereka antara lain dari Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Pertamina, Badan Standarisasi Nasional, dan industri otomotif.