Berita Economy & Industry

Investasi China di Indonesia untuk Sektor Otomotif  Sentuh Rp 38,35 M, Investasi dari Jepang Paling Besar

BISNIS– Investasi China di sektor otomotif Indonesia mencapai Rp 38,35 miliar sepanjang semester pertama 2023. Berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi China tersebut meningkat 63,95 persen dibanding periode yang sama tahun 2022 lalu sebesar 1,53 juta dollar Amerika Serikat (AS).

Bertambahnya jumlah mobil buatan China tercermin pada pameran mobil GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 di Tangerang (Banten), 10-20 Agustusn 2023. Di antara mobil China adalah Wuling (Air ev), DFSK (Seres E1), hingga Neta (Neta V). Ketua Umum I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Jongkie Sugiarto menilai investasi dari China Rp 38,35 miliar tersebut lantaran merek-merek tersebut masih melakukan kontrak asembling di luar Indonesia.

Ia berharap para merek China dapat melakukan investasi dengan nilai besar setelah berhasil masuk pasar dan mulai menjual kendaraannya secara masif. “Nanti kalau mereka berhasil masuk pasar, maka mudah-mudahan akan investasi sendiri dengan nilai yang besar. Saat ini mereka sedang melakukan test pasar dengan model-model barunya,” kata Jongkie 5 September 2023.

Secara total, investasi untuk industri otomotif mencapai Rp12,88 triliun sepanjang semester pertama 2023. Angka itu naik 10,58 persen dibanding periode yang sama tahun 2022 lalu sebesar Rp 11,64 triliun. Investasi dari penanaman modal asing (PMA) untuk industri kendaraan bermotor, trailer, dan semi trailer mencapai 744,43 juta dollar As (Rp 11,35 triliun) dari total 836 proyek sepanjang semester PERTAMA 2023.

Dalam data pada nswi.bkpm.go.id memperlihatkan, jumlah PMA tersebut meningkat 1,85 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 730,88 juta dollar AS. Investasi terbesar untuk sektor otomotif berasal dari Jepang (606,36 juta dollar AS) sepanjang semester pertama 2023, naik 31,72 persen secara YoY dari 460,33 juta dollar AS. PMA terbesar kedua untuk sektor otomotif berasal dari Korea Selatan sebesar 62,92 juta dolar AS, turun 73,26 persen secara YoY dari yang sebelumnya 235,34 juta dolar AS.

Untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp1,52 triliun dari total 322 proyek sepanjang semester pertama 2023, meningkat 204,21 persen secara YoY dari Rp 502,44 miliar. (*)