Manufaktur China Naik Kelas, Sejajar Negara Industri Maju 

Foto: Vecteezy

GLOBAL TIMES – Sektor manufaktur China mencatat kemajuan signifikan sepanjang 2024 dengan fokus pada inovasi dan peningkatan kualitas. Perkembangan ini menempatkan China pada tingkat yang setara dengan Jerman dan Jepang dalam peta kekuatan manufaktur global.

Berdasarkan Manufacturing Power Index, China kini masuk kelompok kedua negara manufaktur dunia. Indeks ini merupakan indikator komposit untuk mengukur daya saing manufaktur suatu negara dari sisi skala, teknologi, kualitas, dan efisiensi. Laporan tersebut dirilis dalam China Manufacturing Power Development Index Report 2025. Dokumen ini disusun oleh Pusat Konsultasi Strategis Akademi Teknik China, China Academy of Machinery Science and Technology Group, dan National Industrial Information Security Development Research Center.

Hasil kajian menunjukkan penguatan pertumbuhan berbasis inovasi dan perbaikan berkelanjutan pada kualitas serta efisiensi industri. Selain itu, porsi ekspor manufaktur China terhadap total ekspor global kembali meningkat setelah sempat melemah.

Capaian ini menandai langkah penting China dalam transisi dari negara manufaktur besar menjadi negara manufaktur kuat. Perubahan ini mencerminkan dampak jangka panjang reformasi dan keterbukaan ekonomi yang dijalankan selama beberapa dekade.

Indeks tersebut mencatat perbaikan di berbagai aspek utama, termasuk rantai industri dan pasok yang semakin terintegrasi. Sistem alur produksi dari bahan baku hingga produk merupakan hal penting stabilitas industri otomotif global.

Keunggulan lain terlihat pada skala produksi, penguatan inovasi teknologi, serta ketersediaan tenaga kerja terampil. Faktor-faktor ini dinilai menjadi penggerak utama peningkatan daya saing industri manufaktur China.

Pada saat yang sama, China juga merilis Technology Roadmap 2025 untuk sektor manufaktur. Dokumen ini memetakan arah pengembangan teknologi pada 17 sektor kunci dan 35 area prioritas. Hingga 2030, sejumlah industri diproyeksikan tetap memimpin secara global, termasuk peralatan komunikasi, perkapalan, dan peralatan rumah tangga. Pada periode berikutnya hingga 2035, sektor seperti robotika, layar generasi baru, dan penyimpanan energi diperkirakan menyusul ke jajaran terdepan dunia.

Data pemerintah China menunjukkan nilai tambah manufaktur negara tersebut mencapai hampir 30 persen dari total global. Skala industrinya menempati peringkat pertama dunia selama 15 tahun berturut-turut.

Seluruh pencapaian ini ditopang oleh kebijakan industri yang konsisten dan perencanaan jangka panjang. Fondasi tersebut menjadi modal penting bagi China memasuki periode Five-Year Plan ke-15, yaitu Rencana Pembangunan Lima Tahun 2026–2030. (*)