Penjualan Mobil April Naik 55 Persen, Asuransi Diprediksi Tumbuh di 2026

JAKARTA— Industri asuransi kendaraan bermotor diproyeksikan tumbuh positif sepanjang 2026. Pertumbuhan, salah satunya, didorong oleh pemulihan pasar otomotif dan meningkatnya penjualan kendaraan baru.

“Peningkatan unit baru berbanding lurus dengan permintaan perlindungan asuransi, terutama untuk pembelian kredit,” kata pengamat asuransi Irvan Rahardjo yang dikutip Kontan, Jumat 15 Mei 2026.

Peningkatan penjualan kendaraan baru umumnya berbanding lurus dengan kebutuhan perlindungan asuransi. Ini terutama pada pembelian kendaraan melalui skema kredit. Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), whole sales mobil pada April 2026 mencapai 80.776 unit. Ini naik sekitar 55 persen secara tahunan. Irvan menilai kenaikan tersebut bukan sekadar tren sesaat, meskipun sebagian dipengaruhi rendahnya basis pembanding tahun lalu. Geliat industri otomotif umumnya turut menjadi pendorong bagi industri pendukung, termasuk sektor asuransi umum.

Apalagi, ada sejumlah peluang yang berpotensi turut mendorong pertumbuhan bisnis lini ini. Salah satunya adalah perkembangan kendaraan listrik (electric vehicle, EV) juga dinilai membuka peluang baru bagi industri asuransi kendaraan bermotor. Peluang lain juga datang dari perkembangan teknologi insurtech yang mempermudah proses pembelian polis dan layanan klaim secara digital. Menurutnya, inovasi produk dan distribusi digital membuat asuransi kendaraan semakin mudah diakses, khususnya oleh generasi muda.

Selain itu, wacana penerapan asuransi wajib tanggung jawab hukum pihak ketiga atau third party liability (TPL) juga dinilai berpotensi meningkatkan penetrasi asuransi kendaraan secara signifikan di masa mendatang. Meski prospeknya positif, industri asuransi kendaraan masih menghadapi sejumlah tantangan.

Salah satunya berasal dari tingginya biaya klaim kendaraan listrik akibat mahalnya komponen baterai dan biaya perbaikan. Termasuk keterbatasan bengkel khusus kendaraan listrik dan distribusi suku cadang yang belum merata berpotensi meningkatkan profil dan biaya klaim perusahaan asuransi.

Di sisi lain, tekanan daya beli masyarakat dan perlambatan ekonomi juga dinilai membuat konsumen semakin sensitif terhadap harga sehingga dapat menekan pertumbuhan premi. Selain itu, rendahnya literasi asuransi masyarakat serta tingginya ketergantungan industri terhadap perusahaan pembiayaan atau leasing juga masih menjadi tantangan bagi industri asuransi kendaraan bermotor. (*)