JAKARTA— Distributor mobil Honda di Indonesia (PT Honda Prospect Motor, HPM) menegaskan strateginya di tahun 2026 ini. HPM focus pada penguatan hubungan jangka panjang dengan pelanggan di tengah pasar otomotif yang semakin selektif dan kompetitif. Presiden Direktur HPM Shugo Watanabe saat ini mencatat terjadinya dinamika bagi industri otomotif nasional.
Pasar kian menantang. Sementara ekspektasi konsumen terus berkembang. “Dalam setiap situasi, Honda memilih untuk melihat bisnis secara lebih luas. Kami tak hanya fokus pada penjualan mobil baru,” ujar Watanabe di Jakarta, Selasa 3 Maret 2026.
Ia juga mencatat Honda saat ini memiliki lebih dari 1,2 juta pelanggan di Indonesia. Mereka ini menjadi fondasi arah strategi perusahaan ke depan. Karena itu, Honda membuat pendekatan yang bukan lagi sekadar transaksi, melainkan membangun hubungan berkelanjutan sepanjang siklus kepemilikan kendaraan.
“Ini adalah makna dari connecting moment. Kami membangun hubungan yang tak berhenti saat membeli mobil pertama, tetapi terus berlanjut selama pelanggan menggunakan Honda,” kata Watanabe.
Di tengah transformasi industri dan tren mobil listrik, Honda menekankan konsistensi karakter merek. Watanabe menyebut identitas Honda tetap berpegang pada nilai ‘timeless, reliable, dan performance’. Ini menjadi fondasi perusahaan sejak awal. “Honda dibangun dari semangat engineering, keberanian berinovasi, dan keyakinan untuk memberi nilai nyata bagi kehidupan manusia. Nilai-nilai ini tetap kami pegang, meskipun industri berubah sangat cepat,” katanya.
Sales & Marketing and After Sales Director HPM Yusak Billy menyampaikan bahwa pasar otomotif nasional memang mengalami penurunan bertahap sejak 2022 dan berdampak pada seluruh pelaku industri, termasuk Honda. “Bagi kami, ini bukan semata soal angka, melainkan bagaimana beradaptasi secara sehat dan berkelanjutan,” kata Billy.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), sepanjang Januari–Desember 2025 Honda membukukan penjualan whole sales sebanyak 56.500 unit. Capaian tersebut masih menempatkan merek asal Jepang itu di posisi kelima sebagai merek kendaraan roda empat atau lebih terlaris di Indonesia, namun performanya melambat 40 persen secara tahunan. Sementara itu, dari sisi penjualan ritel, Honda menempati peringkat ketiga dengan torehan 71.233 unit. Angka tersebut turun 30 persen dibandingkan pencapaian 2024 yang mencapai 103.023 unit.
Dinamika ini sejalan dengan penurunan pasar otomotif nasional yang melemah sekitar tujuh persen pada periode yang sama. “Pada 2025, penjualan retail Honda lebih tinggi dibandingkan distribusi ke dealer. Ini sebagai bagian dari penyesuaian stok dengan laju pasar yang melambat,” kata Billy.
“Tahun ini strategi kami tak hanya berorientasi pada penetrasi pasar, tapi juga memperkuat hubungan dengan pelanggan yang sudah mempercayai Honda. Menjaga loyalitas pelanggan menjadi prioritas,” katanya. (*)








