Berita

Tesla Merajai Pasar Mobil Listrik Global

JAKARTA— Produsen mobil Tesla Inc punya strategi unik untuk menjadi penguasa pasar listrik. Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu selama ini menghasilkan lebih banyak uang untuk setiap mobil yang dijualnya, melebihi pesaing globalnya. Kini keuntungan besar yang diraih bertahun-tahun itu menjadi amunisi Tesla dalam menghadapi perang harga kendaraan listrik yang mulai berkecamuk di pasar.

Selama beberpa tahun Tesla menjadi salah satu perusahaan dengan kerugian terbesar di industri otomotif. Selama setahun terakhir perusahaan milik miliarder Elon Musk itu berhasil membangun keunggulan atas sebagian besar saingan utama dalam laba per kendaraan.

Kantor berita Reuters pada Jumat 20 Januari 2023 memberitakan Tesla memperoleh laba kotor 15.653 dolar AS, sekitar Rp 236 juta (kurs Rp 15.100) per unit pada kuartal ketiga tahun 2022. Jumlah itu lebih dari dua kali lipat laba kotor Volkswagen AG, empat kali lipat laba kotor Toyota Motor Corp, dan lima kali lipat laba Ford Motor Co.

Hampir sepanjang tahun 2022 Tesla dan para pesaingnya secara agresif menaikkan harga mobil andalannya, seperti sport utility vehicle (SUV) Model Y. Turunya pasokan semikonduktor dan komponen lainnya membuat produksi industri otomotif turun. Ini membuat perusahaan mobil listrik di seluruh industri fokus pada model dengan margin lebih tinggi dan membukukan laba yang kuat. Hal ini membuat volume penjualan turun.

Namun keputusan Tesla justru melawan arus. Mereka menghabiskan keunggulan biaya produksinya untuk pemotongan harga. Kini Tesla menantang strategi laba atas volume yang telah dilakukan oleh pembuat mobil yang sudah mapan seperti GM sejak krisis keuangan 2008, dan berlipat ganda selama pandemi.

Untuk mengendalikan biaya produksi, Tesla banyak berinvestasi dalam teknologi manufaktur baru, seperti penggunaan pengecoran besar untuk menggantikan bagian logam kecil. Tesla juga menghadirkan manufaktur baterai dan bagian lain dari rantai pasokannya sendiri, dan desain kendaraan standar untuk meningkatkan skala ekonomi. (DETIK)